Longsor Trasn Kaltim Sejak Juni Tak Kunjung di Perhatikan

image

 

TANA PASER - Akses trans Kalimantan Timur (Kaltim) yang menghubungkan Kecamatan Kuaro – Batu Sopang masih terganggu beberapa titik longsor dibahu jalan. Longsor yang hampir memakan lebih separuh jalan itu masih terlihat saat pantauan terakhir Komisi II DPRD Paser, beberapa waktu lalu.

Belum adanya tanda-tanda perbaikan jalan dari pemerintah daerah maupun provinsi sejak longsor yang menimpa Juni lalu itu, menuai reaksi dari komisi II DPRD Paser. Wakil Ketua komisi II Hendrawan Putra berharap ada tindakan yang cepat dari pemerintah menangani longsor tersebut.

“ Komisi II selaku yang berwenang di bidang pengawasan infrastruktur tentunya kecewa jalan longsor dan kerusakan jalan sepanjang trans kaltim yang masuk wilayah Paser belum diperbaiki. Meskipun anggaran sedang defisit, setidaknya untuk hal yang bersifat bencana sepert longsor ini ada dana khususnya,” ujar Politikus Partai Demokrat itu.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris komisi II Udin Sahili, menurutnya jalur trans Kaltim merupakan gerbang pergerakan ekonomi kedua provinsi Kaltim dan Kalsel. Apalagi mobilitas masyarakat Paser melintasi jalur tersebut cukup padat. Kata dia, jangan sampai longsor tersebut semakin parah dan melebar.

“ Pastinya ada kerugian ekonomi yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha jika longsor ini menjadi penghambat. Semoga tahun ini ada angarannya untuk perbaikan longsor tersebut. Siapa saja yang melintasi jalan ini pasti selalu mengeluh,” kata Politikus Partai Hanura.

Komentar serupa pun dilontarkan anggota komisi II Ikhwan Antasari, Politikus Partai Golkar itu menekankan pentingnya infrastruktur seperti jalan mendapat perhatian khusus. Tidak hanya untuk anggarannya, namun juga biaya pemeliharaannya ketika dihadapkan pada bencana yang tak terduga.

“ Jangan sampai disaat anggaran defisit seperti tahun ini baru pemerintah terus berdalih tidak ada anggaran. Di sinilah pentingnya perencanaan,” imbuhnya.

Ikhwan berharap perbaikan ke depan tidak hanya fokus pada jalur trans Kaltim saja, namun untuk jalan di pedesaan tidak kalah pentingnya. Dia mengungkapkan di sejumlah desa di Paser, khususnya di areal pertanian dan perkebunan warga pengiriman komoditas kerap terhambat akibat buruknya akses jalan.

“ Misal saja untuk hasil kelapa sawit, sering warga mengeluhkan hasil panen mereka busuk lebih dulu sebelum dijual akibat sulitnya akses transportasi,” tutup Politikus berkacamata itu. 

Mon, 15 Aug 2016 @08:25


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

hari ini

Powered by Calendar Labs

 

jam

Buku Saku DPRD Kab.Paser

pengunjung

widgets
RSS Feed

Copyright © 2018 HUMAS DPRD PASER · All Rights Reserved