logo
pengunjung

widgets
hari ini

Powered by Calendar Labs

 

jam

Buku Saku DPRD Kab.Paser

Banyak Peralatan Sudah Usang, BPBD Tak Bisa Maksimal

 

TANA PASER – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Paser Hendrawan Putra, mengaku prihatin dengan banyaknya kasus kebakaran lahan yang terjadi di Paser belakangan ini. Kenyataan tersebut mengakibatkan munculnya kabut asap yang cukup pekat.
Menurut Hendrawan, pihaknya akan memberikan prioritas dan perhatian kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser yang memiliki tanggung jawab yang besar terhadap kondisi yang terjadi saat ini.
Terkait penanganan yang sudah dilakukan BPBD terhadap kebakaran lahan, Hendrawan mengaku sudah melakukan pertemuan dengan kepala BPBD. Dari pertemuan itu diketahui, banyak peralatan pemadam yang sudah usang dan tidak dapat difungsikan.
“Saya sangat prihatin ketika mengetahui bahwa sekarang BPBD hanya memiliki dua mobil pemadam yang bisa berfungsi. Kami menerima keluhan bahwa tim pemadam tidak bisa maksimal dalam menanggulangi kebakaran, terutama kebakaran lahan,” sebut politikus dari Partai Demokrat itu.
Sehubungan hal itu, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016 pihaknya akan berupaya memperjuangkan anggaran untuk perbaikan dan penambahan armada pemadam kebakaran. Sehingga nantinya BPBD Paser bisa maksimal dalam menjalankan tugas.
“Untuk sementara, melalui APBD Perubahan 2015, kami akan memperjuangkan menyetujui anggaran peremajaan dan penambahan hose (selang, Red) dan juga nozzle. Karena sudah banyak yang tidak berfungsi maksimal. Saat ini sudah masuk dalam pembahasan anggaran,” sebut Hendrawan.
Ditanya apakah ada kasus kebakaran lahan yang disengaja oleh pihak tertentu, Hendrawan menduga bahwa dari 100 kejadian kebakaran hutan, sekitar 80 persen memang disengaja.
“Kami akan menggelar hearing lagi dengan pihak-pihak terkait. Jika memang ada perusahaan perkebunan yang nakal membuka lahan dengan cara membakar hutan, maka akan dibahas mengenai sanksinya secara tegas,” tambahnya

TANA PASER – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Paser Hendrawan Putra, mengaku prihatin dengan banyaknya kasus kebakaran lahan yang terjadi di Paser belakangan ini. Kenyataan tersebut mengakibatkan munculnya kabut asap yang cukup pekat.
Menurut Hendrawan, pihaknya akan memberikan prioritas dan perhatian kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser yang memiliki tanggung jawab yang besar terhadap kondisi yang terjadi saat ini.
Terkait penanganan yang sudah dilakukan BPBD terhadap kebakaran lahan, Hendrawan mengaku sudah melakukan pertemuan dengan kepala BPBD. Dari pertemuan itu diketahui, banyak peralatan pemadam yang sudah usang dan tidak dapat difungsikan.
“Saya sangat prihatin ketika mengetahui bahwa sekarang BPBD hanya memiliki dua mobil pemadam yang bisa berfungsi. Kami menerima keluhan bahwa tim pemadam tidak bisa maksimal dalam menanggulangi kebakaran, terutama kebakaran lahan,” sebut politikus dari Partai Demokrat itu.
Sehubungan hal itu, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016 pihaknya akan berupaya memperjuangkan anggaran untuk perbaikan dan penambahan armada pemadam kebakaran. Sehingga nantinya BPBD Paser bisa maksimal dalam menjalankan tugas.
“Untuk sementara, melalui APBD Perubahan 2015, kami akan memperjuangkan menyetujui anggaran peremajaan dan penambahan hose (selang, Red) dan juga nozzle. Karena sudah banyak yang tidak berfungsi maksimal. Saat ini sudah masuk dalam pembahasan anggaran,” sebut Hendrawan.
Ditanya apakah ada kasus kebakaran lahan yang disengaja oleh pihak tertentu, Hendrawan menduga bahwa dari 100 kejadian kebakaran hutan, sekitar 80 persen memang disengaja.
“Kami akan menggelar hearing lagi dengan pihak-pihak terkait. Jika memang ada perusahaan perkebunan yang nakal membuka lahan dengan cara membakar hutan, maka akan dibahas mengenai sanksinya secara tegas,” tambahnya

 

Tue, 15 Sep 2015 @10:58
Tags: humasdprd


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 HUMAS DPRD PASER · All Rights Reserved